.c.h.i.d.u.a.

Latar Belakang Sejarah Konflik Palestina – Israel

Konflik Palestina – Israel menurut sejarah sudah 31 tahun ketika pada tahun 1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria dan berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania). Sampai sekarang perdamaian sepertinya jauh dari harapan. Ditambah lagi terjadi ketidaksepakatan tentang masa depan Palestina dan hubungannya dengan Israel di antara faksi-faksi di Palestina sendiri.

## hasil editan tulisan sebelumnya, karena ada koreksi

Tulisan ini dimaksudkan sebagai pengingat sekaligus upaya membuka pemahaman kita mengenai latar belakang sejarah sebab terjadinya konflik ini.

*2000 SM – 1500 SM*
Istri Nabi Ibrahim A.s., Siti Hajar mempunyai anak Nabi Ismail A.s. (bapaknya bangsa Arab) dan Siti Sarah mempunyai anak Nabi Ishak A.s. yang kemudian mempunyai anak Nabi Ya’qub A.s. alias Israel (Israil, Qur’an). Anak keturunannya disebut Bani Israel sebanyak 7 orang 12 orang ##. Salah satunya bernama Nabi Yusuf A.s. yang ketika kecil dibuang oleh saudara-saudaranya yang dengki kepadanya. Nasibnya yang baik membawanya ke tanah Mesir dan kemudian dia menjadi bendahara kerajaan Mesir. Ketika masa paceklik, Nabi Ya’qub A.s. beserta saudara-saudara Yusuf bermigrasi ke Mesir. Populasi anak keturunan Israel (Nabi Ya’qub A.s.) membesar.

*1550 SM – 1200 SM*
Politik di Mesir berubah. Bangsa Israel dianggap sebagai masalah bagi Negara Mesir. Banyak dari bangsa Israel yang lebih pintar dari orang asli Mesir dan menguasai perekonomian. Oleh pemerintah Firaun bangsa Israel diturunkan statusnya menjadi budak.

*1200 SM – 1100 SM*
Nabi Musa A.s. memimpin bangsa Israel meninggalkan Mesir, mengembara di gurun Sinai menuju tanah yang dijanjikan, asalkan mereka taat kepada Allah Swt – dikenal dengan cerita Nabi Musa A.s. membelah laut ketika bersama dengan bangsa Israel dikejar-kejar oleh tentara Mesir menyeberangi Laut Merah.

Namun saat mereka diperintah untuk memasuki tanah Filistin (Palestina), mereka membandel dan berkata:

“Hai, Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi ada orang yang gagah perkasa di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu (Tuhanmu), dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.”

-(QS 5:24)-

Akibatnya mereka dikutuk oleh Allah Swt dan hanya berputar-putar saja di sekitar Palestina. Belakangan agama yang dibawa Nabi Musa A.s. disebut Yahudi – menurut salah satu marga dari bangsa Israel yang paling banyak keturunannya, yakni Yehuda, dan akhirnya bangsa Israil – tanpa memandang warga negara atau tanah airnya – disebut juga orang-orang Yahudi.

## Sulit mengetahui asal-usul penyebutan nama Yahudi, apalagi dinisbatkan kepada Yehuda. Di dalam Perjanjian Lama, kata “Yahudi” baru mulai ditemukan pada kitab Ezra. Sedangkan pada kitab-kitab sebelumnya hanya disebut anak-anak Israel atau Bani Israel. Di dalam Alquran atau Hadits sendiri anak keturunan Nabi Ya’qub disebut Bani Israil, sedangkan penyebutan “Yahudi” lebih sering bermakna golongan yangdimurkai Allah, dien (atau jalan hidup seperti Nasrani, Sabiin, Majusi dan Islam)

*1000 SM – 922 SM*
Nabi Daud A.s. (anak Nabi Musa A.s.) mengalahkan Goliath (Jalut, Qur’an) dari Filistin. Palestina berhasil direbut. Daud kemudian menjadi raja menggantikan Raja Thalut. Wilayah kerajaannya membentang dari tepi sungai Nil hingga sungai Efrat di Iraq. Sekarang ini Yahudi tetap memimpikan kembali kebesaran Israel Raya seperti yang dipimpin raja Daud. Bendera Israel adalah dua garis biru (sungai Nil dan Eufrat) dan Bintang Daud. Kepemimpinan Daud A.s. diteruskan oleh anaknya, Nabi Sulaiman A.s.

*922 SM – 800 SM*
Sepeninggal Sulaiman A.s., Israel dilanda perang saudara yang berlarut-larut, hingga akhirnya kerajaan itu terbelah menjadi dua, yakni bagian Utara bernama Israel beribukota Samaria dan Selatan bernama Yehuda beribukota Yerusalem.

*800 SM – 600 SM*
Karena kerajaan Israel sudah terlalu durhaka kepada Allah Swt maka kerajaan tersebut dihancurkan oleh Allah Swt melalui penyerangan kerajaan Asyiria.

“Sesungguhnya Kami telah mengambil kembali perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini hawa nafsu mereka, maka sebagian rasul-rasul itu mereka dustakan atau mereka bunuh.”

-(QS 5:70)-

Hal ini juga bisa dibaca di Injil (Bible) pada Kitab Raja-raja ke-1 14:15 dan Kitab Raja-raja ke-2 17:18.

*600 SM – 500 SM*
Kerajaan Yehuda dihancurkan lewat tangan Nebukadnezar dari Babylonia . Dalam Injil Kitab Raja-raja ke-2 23:27 dinyatakan bahwa mereka tidak mempunyai hak lagi atas Yerusalem. Mereka diusir dari Yerusalem dan dipenjara di Babylonia .

*500 SM – 400 SM*
Cyrus Persia meruntuhkan Babylonia dan mengijinkan bangsa Israel kembali ke Yerusalem.

*330 SM – 322 SM*
Israel diduduki Alexander Agung dari Macedonia (Yunani). Ia melakukan hellenisasi terhadap bangsa-bangsa taklukannya. Bahasa Yunani menjadi bahasa resmi Israel. Penulisan Injil dalam bahasa Yunani bukan karena bahasa resmi Israel yang pada saat itu dijajah oleh Romawi. Melainkan penulis dan penyebar Injil, Paulus, memang orang romawi yang berbahasa yunani.

*300 SM – 190 SM*
Yunani dikalahkan Romawi. Maka Palestina pun dikuasai imperium Romawi.

*1 – 100 M*
Nabi Isa A.s. lahir. Nantinya akan ada penghembusan isu bahwa Nabi Isa merupakan pemimpin gerakan melawan penguasa Romawi. Riil-nya Nabi Isa tidak membangun gerakan melawan penguasa Romawi, justru isu tersebut dihembuskan oleh para Rabbi Yahudi yang tidak suka ajaran puritan (kembali ke Taurat asli) yang dibawa oleh Nabi Isa. Pilatus sendiri menyalib Nabi Isa atas desakan para Imam yang cemburu kepada Nabi Isa. Mengapa? karena Pilatus tidak beragama Yahudi sehingga hukuman untuk orang Yahudi haruslah ditentukan oleh orang Yahudi sendiri.

*100 – 300 *
Pemberontakan berulang. Akibatnya Palestina dihancurkan dan dijadikan area bebas Yahudi. Mereka dideportasi keluar Palestina dan terdiaspora ke segala penjuru imperium Romawi. Namun demikian tetap ada sejumlah kecil pemeluk Yahudi yang tetap bertahan di Palestina. Dengan masuknya Islam kemudian, serta dipakainya bahasa Arab di dalam kehidupan sehari-hari, mereka lambat laun terarabisasi atau bahkan masuk Islam.

*313 *
Pusat kerajaan Romawi dipindah ke Konstantinopel dan agama Kristen dijadikan agama negara.

*500 – 600*
Nabi Muhammad Saw lahir di tahun 571 M. Bangsa Yahudi merembes ke semenanjung Arabia (di antaranya di
Khaibar dan sekitar Madinah), kemudian berimigrasi dalam jumlah besar ke daerah tersebut ketika terjadi perang antara Romawi dengan Persia .

*621*
Nabi Muhammad Saw melakukan perjalanan ruhani Isra’ dari masjidil Haram di Makkah ke masjidil Aqsa di Palestina dilanjutkan perjalana Mi’raj ke Sidrathul Muntaha (langit lapis ke-7). Rasulullah menetapkan Yerusalem sebagai kota suci ke-3 ummat Islam, dimana sholat di masjidil Aqsa dinilai 500 kali dibanding sholat di masjid lain selain masjidil Haram di Makkah dan masjid Nabawi di Madinah. Masjidil Aqsa juga menjadi kiblat umat Islam sebelum dipindah arahnya ke Ka’bah di masjidil Haram, Makkah.

*622*
Hijrah Nabi Muhammad Saw ke Madinah dan pendirian negara Islam – yang selanjutnya disebut khilafah. Nabi mengadakan perjanjian dengan bangsa Yahudi yang menjadi penduduk Madinah dan sekitarnya, yang dikenal dengan “Piagam Madinah”.

*626*
Pengkhianatan Yahudi dalam perang Ahzab (perang parit) dan berarti melanggar Perjanjian Madinah. Sesuai dengan aturan di dalam kitab Taurat mereka sendiri, mereka harus menerima hukuman dibunuh atau diusir.

*638*
Di bawah pemerintahan Khalifah Umar Ibnu Khattab ra. Seluruh Palestina dimerdekakan dari penjajah Romawi. Seterusnya seluruh penduduk Palestina, Muslim maupun Non Muslim, hidup aman di bawah pemerintahan khilafah. Kebebasan beragama dijamin sepenuhnya.

*700 – 1000*
Wilayah Islam meluas dari Asia Tengah, Afrika hingga Spanyol. Di dalamnya, bangsa Yahudi mendapat peluang ekonomi dan intelektual yang sama. Ada beberapa ilmuwan terkenal di dunia Islam yang sesungguhnya adalah orang Yahudi.

*1076*
Yerusalem dikepung oleh tentara salib dari Eropa. Karena pengkhianatan kaum munafik (sekte Drusiah yang mengaku Islam tetapi ajarannya sesat), pada tahun 1099 M tentara salib berhasil menguasai Yerusalem dan mengangkat seorang raja Kristen. Penjajahan ini berlangsung hingga 1187 M sampai Salahuddin Al-Ayyubi membebaskannya dan setelah itu ummat Islam yang terlena sufisme yang sesat bisa dibangkitkan kembali.

*1453*
Setelah melalui proses reunifikasi dan revitalisasi wilayah-wilayah khilafah yang tercerai berai setelah hancurnya Baghdad oleh tentara Mongol (1258 M),khilafah Utsmaniah di bawah Muhammad Fatih menaklukan Konstatinopel, dan mewujudkan nubuwwah Rasulullah.

*1492*
Andalusia sepenuhnya jatuh ke tangan Kristen Spanyol (reconquista) . Karena cemas suatu saat umat Islam bisa bangkit lagi, maka terjadi pembunuhan, pengusiran dan pengkristenan massal. Hal ini tidak cuma diarahkan pada Muslim namun juga pada Yahudi. Mereka lari ke wilayah khilafah Utsmaniyah, diantaranya ke Bosnia. Pada 1992 Raja Juan Carlos dari Spanyol secara resmi meminta maaf kepada pemerintah Israel atas holocaust (pemusnahan etnis) 500 tahun sebelumnya. (Tapi tidak permintaan maaf kepada umat Islam).

*1500 – 1700*
Kebangkitan pemikiran di Eropa, munculnya sekularisme (pemisahan agama/ gereja dengan negara), nasionalisme dan kapitalisme. Mulainya kemajuan teknologi moderen di Eropa. Abad penjelajahan samudera dimulai. Mereka mencari jalur perdagangan alternatif ke India dan Cina, tanpa melalui daerah-daerah Islam. Tapi akhirnya mereka didorong oleh semangat kolonialisme dan imperialisme, yakni Gold, Glory dan Gospel. Gold berarti mencari kekayaan di tanah jajahan, Glory artinya mencari kemasyuran di atas bangsa lain dan Gospel (Injil) artinya menyebarkan agama Kristen ke penjuru dunia.

*1529*
Tentara khilafah berusaha menghentikan arus kolonialisme/ imperialisme serta membalas reconquista langsung ke jantung Eropa dengan mengepung Wina, namun gagal. Tahun 1683 M kepungan diulang, dan gagal lagi. Kegagalan ini terutama karena tentara Islam terlalu yakin pada jumlah dan perlengkapannya.

“… yaitu ketika kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlahyang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dan bercerai-berai.”

-(QS 9:25)-.

*1798*
Napoleon berpendapat bahwa bangsa Yahudi bisa diperalat bagi tujuan-tujuan Perancis di Timur Tengah. Wilayah itu secara resmi masih di bawah Khilafah.

*1831*
Untuk mendukung strategi “devide et impera” Perancis mendukung gerakan nasionalisme Arab, yakni Muhammad Ali di Mesir dan Pasya Basyir di Libanon. Khilafah mulai lemah dirongrong oleh semangat nasionalisme yang menular begitu cepat di tanah Arab.

*1835*
Sekelompok Yahudi membeli tanah di Palestina, dan lalu mendirikan sekolah Yahudi pertama di sana . Sponsornya adalah milyuder Yahudi di Inggris, Sir Moshe Monteveury, anggota Free Masonry. Ini adalah pertama kalinya sekolah berkurikulum asing di wilayah Khilafah.

*1838*
Inggris membuka konsulat di Yerusalem yang merupakan perwakilan Eropa pertama di Palestina.

*1849*
Kampanye mendorong imigrasi orang Yahudi ke Palestina. Pada masa itu jumlah Yahudi di Palestina baru sekitar 12.000 orang. Pada tahun 1948 jumlahnya menjadi 716.700 dan pada tahun 1964 sudah hampir 3 juta orang.

*1882*
Imigrasi besar-besaran orang Yahudi ke Palestina yang berselubung agama, simpati dan kemanusiaan bagi penderitaan Yahudi di Eropa saat itu.

*1891*
Para penduduk Palestina mengirim petisi ke Khalifah, menuntut dilarangnya imigrasi besar-besaran ras Yahudi ke Palestina. Sayang saat itu khilafah sudah “sakit-sakitan” (dijuluki “the sick man at Bosporus ). Dekadensi pemikiran meluas, walau Sultan Abdul Hamid sempat membuat terobosan dengan memodernisir infrastruktur, termasuk memasang jalur kereta api dari Damaskus ke Madinah via Palestina! Sayang, sebelum selesai, Sultan Abdul Hamid dipecat oleh Syaikhul Islam (Hakim Agung) yang telah dipegaruhi oleh Inggris. Perang Dunia I meletus, dan jalur kereta tersebut dihancurkan.

*1897*
Theodore Herzl menggelar kongres Zionis sedunia di Basel Swiss. Peserta kongres I Zionis mengeluarkan resolusi, bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara berbangsa dan bernegara. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah air bagi umat Yahudi – walaupun secara rahasia – pada “tanah yang bersejarah bagi mereka”. Sebelumnya Inggris hampir menjanjikan tanah protektorat Uganda atau di Amerika Latin ! Di kongres itu, Herzl menyebut, Zionisme adalah jawaban bagi “diskriminasi dan penindasan” atas umat Yahudi yang telah berlangsung ratusan tahun. Pergerakan ini mengenang kembali bahwa nasib umat Yahudi hanya bisa diselesaikan di tangan umat Yahudi sendiri. Di depan kongres, Herzl berkata, “Dalam 50 tahun akan ada negara Yahudi !” Apa yang direncanakan Herzl menjadi kenyataan pada tahun 1948.

*1916*
Perjanjian rahasia Sykes – Picot oleh sekutu (Inggris, Perancis, Rusia) dibuat saat meletusnya Perang Dunia (PD) I, untuk mencengkeram wilayah-wilayah Arab dan Khalifah Utsmaniyah dan membagi-bagi di antara mereka. PD I berakhir dengan kemenangan sekutu, Inggris mendapat control atas Palestina. Di PD I ini, Yahudi Jerman berkomplot dengan Sekutu untuk tujuan mereka sendiri (memiliki pengaruh atau kekuasaan yang lebih besar).

*1917*
Menlu Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour, dalam deklarasi Balfour memberitahu pemimpin Zionis Inggris, Lord Rothschild, bahwa Inggris akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palestina dalam membantu pembentukan tanah air Yahudi. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-bangsa (cikal bakal PBB) memberi mandat kepada Inggris untuk menguasai Palestina.

*1938*
Nazi Jerman menganggap bahwa pengkhianatan Yahudi Jerman adalah biang keladi kekalahan mereka pada PD I yang telah menghancurkan ekonomi Jerman. Maka mereka perlu “penyelesaian terakhir” (endivsung). Ratusan ribu keturunan Yahudi dikirim ke kamp konsentrasi atau lari ke luar negeri (terutama ke AS). Sebenarnya ada etnis lain serta kaum intelektual yang berbeda politik dengan Nazi yang bernasib sama, namun setelah PD II Yahudi lebih berhasil menjual ceritanya karena menguasai banyak surat kabar atau kantor-kantor berita di dunia.

*1944*
Partai buruh Inggris yang sedang berkuasa secara terbuka memaparkan politik “membiarkan orang-orang Yahudi terus masuk ke Palestina, jika mereka ingin jadi mayoritas. Masuknya mereka akan mendorong keluarnya pribumi Arab dari sana .” Kondisi Palestina pun memanas.

*1947*
PBB merekomendasikan pemecahan Palestina menjadi dua negara: Arab dan Israel .

*1948, 14 Mei*.
Sehari sebelum habisnya perwalian Inggris di Palestina, para pemukim Yahudi memproklamirkan kemerdekaan negara Israel . Mereka melakukan agresi bersenjata terhadap rakyat Palestina yang masih lemah,
hingga jutaan dari mereka terpaksa mengungsi ke Libanon, Yordania , Syria , Mesir dan lain-lain. Palestina Refugees menjadi tema dunia. Namun mereka menolak eksistensi Palestina dan menganggap mereka telah memajukan areal yang semula kosong dan terbelakang. Timbullah perang antara Israel dan negara-negara Arab tetangganya. Namun karena para pemimpin Arab sebenarnya ada di bawah pengaruh Inggris – lihat Imperialisme Perancis dan Inggris di tanah Arab sejak tahun 1798 – maka Israel mudah merebut daerah Arab Palestina yang telah ditetapkan PBB.

*1948, 2 Desember*
Protes keras Liga Arab atas tindakan AS dan sekutunya berupa dorongan dan fasilitas yang mereka berikan bagi imigrasi zionis ke Palestina. Pada waktu itu, Ikhwanul Muslimin (IM) di bawah Hasan Al-Banna mengirim 10.000 mujahidin untuk berjihad melawan Israel . Usaha ini kandas bukan karena mereka dikalahkan Israel, namun karena Raja Farouk yang korup dari Mesir takut bahwa di dalam negeri IM bisa melakukan kudeta, akibatnya tokoh-tokoh IM dipenjara atau dihukum mati.

*1956, 29 Oktober*
Israel dibantu Inggris dan Perancis menyerang Sinai untuk menguasai terusan Suez . Pada kurun waktu ini, militer di Yordania menawarkan baiat ke Hizbut Tahri (salah satu harakah Islam) untuk mendirikan kembali Khilafah. Namun Hizbut Tahrir menolak, karena melihat rakyat belum siap.

*1964*
Para pemimpin Arab membentuk PLO (Palestine Liberation Organization) . Dengan ini secara resmi, nasib Palestina diserahkan ke pundak bangsa Arab-Palestina sendiri, dan tidak lagi urusan umat Islam. Masalah Palestina direduksi menjadi persoalan nasional bangsa Palestina.

*1967*
Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria selama 6 hari dengan dalih pencegahan, Israel berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania). Israel dengan mudah menghancurkan angkatan udara musuhnya karena dibantu informasi dari CIA (Central Intelligence Agency = Badan Intelijen Pusat milik USA ). Sementara itu angkatan udara Mesir ragu membalas serangan Israel, karena Menteri Pertahanan Mesir ikut terbang dan memerintahkan untuk tidak melakukan tembakan selama dia ada di udara.

*1967, Nopember*
Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi Nomor 242, untuk perintah penarikan mundur Israel dari wilayah yang direbutnya dalam perang 6 hari, pengakuan semua negara di kawasan itu, dan penyelesaian secara adil masalah pengungsi Palestina.

*1969*
Yasser Arafat dari faksi Al-Fatah terpilih sebagai ketua Komite Eksekutif PLO dengan markas di Yordania.

*1970*
Berbagai pembajakan pesawat sebagai publikasi perjuangan rakyat Palestina membuat PLO dikecam oleh opini dunia, dan Yordania pun dikucilkan. Karena ekonomi Yordania sangat tergantung dari AS, maka akhirnya Raja Husein mengusir markas PLO dari Yordania. Dan akhirnya PLO pindah ke Libanon.

*1973, 6 Oktober*
Mesir dan Syria menyerang pasukan Israel di Sinai dan dataran tinggi Golan pada hari puasanya Yahudi Yom Kippur. Pertempuran ini dikenal dengan Perang Oktober. Mesir dan Syria hampir menang, kalau Israel tidak tiba-tiba dibantu oleh AS. Presiden Mesir Anwar Sadat terpaksa berkompromi, karena dia Cuma siap untuk melawan Israel , namun tidak siap berhadapan dengan AS. Arab membalas kekalahan itu dengan menutup keran minyak. Akibatnya harga minyak melonjak pesat.

*1973, 22 Oktober*
Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi Nomor 338, untuk gencatan senjata, pelaksanaan resolusi Nomor 242 dan perundingan damai di Timur Tengah.

*1977*
Pertimbangan ekonomi (perang telah memboroskan kas negara) membuat Anwar Sadat pergi ke Israel tanpa konsultasi dengan Liga Arab. Ia menawarkan perdamaian, jika Israel mengembalikan seluruh Sinai. Negara-negara Arab merasa dikhianati. Karena langkah politiknya ini, belakangan Anwar Sadat dibunuh pada tahun 1982.

*1978, September*
Mesir dan Israel menandatangani perjanjian Camp David yang diprakarsai AS. Perjanjian itu menjanjikan otonomi terbatas kepada rakyat Palestina di wilayah-wilayah pendudukan Israel . Sadat dan PM Israel Menachem Begin dianugerahi Nobel Perdamaian 1979. namun Israel tetap menolak perundingan dengan PLO dan PLO menolak otonomi. Belakangan, otonomi versi Camp David ini tidak pernah diwujudkan, demikian juga otonomi versi lainnya. Dan AS sebagai pemrakarsanya juga tidak merasa wajib memberi sanksi, bahkan selalu memveto resolusi PBB yang tidak menguntungkan pihak Israel .

*1980*
Israel secara sepihak menyatakan bahwa mulai musim panas 1980 kota Yerussalem yang didudukinya itu resmi sebagai ibukota.

*1982*
Israel menyerang Libanon dan membantai ratusan pengungsi Palestina di Sabra dan Shatila. Pelanggaran terhadap batas-batas internasional ini tidak berhasil dibawa ke forum PBB karena – lagi-lagi – veto dari AS. Belakangan Israel juga dengan enaknya melakukan serangkaian pemboman atas instalasi militer dan sipil di Iraq, Libya, dan Tunis .

*1987*
Intifadhah, perlawanan dengan batu oleh orang-orang Palestina yang tinggal di daerah pendudukan terhadap tentara Israel mulai meledak. Intifadhah ini diprakarsai oleh HAMAS, suatu harakah Islam yang memulai aktivitasnya dengan pendidikan dan sosial.

*1988, 15 Nopember*
Diumumkan berdirinya negara Palestina di Aljiria, ibu kota.Aljazair. Dengan bentuk negara Republik Parlementer. Ditetapkan bahwa Yerussalem Timur sebagai ibukota negara dengan Presiden pertamanya adalah Yasser Arafat. Setelah Yasser Arafat mangkat kursi presiden diduduki oleh Mahmud Abbas. Dewan Nasional Palestina, yang identik dengan Parlemen Palestina beranggotakan 500 orang.

*1988, Desember*
AS membenarkan pembukaan dialog dengan PLO setelah Arafat secara tidak langsung mengakui eksistensi Israel dengan menuntut realisasi resolusi PBB Nomor 242 pada waktu memproklamirkan Republik Palestina di pengasingan di Tunis.

*1991, Maret*
Yasser Arafat menikahi Suha, seorang wanita Kristen. Sebelumnya Arafat selalu mengatakan “menikah dengan revolusi Palestina”.

*1993, September*
PLO – Israel saling mengakui eksistensi masing-masing dan Israel berjanji memberikan hak otonomi kepada PLO di daerah pendudukan. Motto Israel adalah “land for peace” (tanah untuk perdamaian). Pengakuan itu
dikecam keras oleh pihak ultra-kanan Israel maupun kelompok di Palestina yang tidak setuju. Namun negara negara Arab ( Saudi Arabia , Mesir, Emirat dan Yordania) menyambut baik perjanjian itu. Mufti Mesir dan Saudi mengeluarkan “fatwa” untuk mendukung perdamaian.

Setelah kekuasaan di daerah pendudukan dialihkan ke PLO, maka sesuai perjanjian dengan Israel , PLO harus mengatasi segala aksi-aksi anti Israel. Dengan ini maka sebenarnya PLO dijadikan perpanjangan tangan Yahudi.

Yasser Arafat, Yitzak Rabin dan Shimon Peres mendapat Nobel Perdamaian atas usahanya tersebut.

*1995*
Rabin dibunuh oleh Yigar Amir, seorang Yahudi fanatik. Sebelumnya, di Hebron, seorang Yahudi fanatik membantai puluhan Muslim yang sedang shalat subuh. Hampir tiap orang dewasa di Israel, laki-laki maupun wanita, pernah mendapat latihan dan melakukan wajib militer. Gerakan Palestina yang menuntut kemerdekaan total menteror ke tengah masyarakat Israel dengan bom “bunuh diri”. Targetnya, menggagalkan usaha perdamaian yang tidak adil itu. Sebenarnya “land for peace” diartikan Israel sebagai “ Israel dapat tanah, dan Arab Palestina tidak diganggu (bisa hidup damai).”

*1996*
Pemilu di Israel dimenangkan secara tipis oleh Netanyahu dari partai kanan, yang berarti kemenangan Yahudi yang anti perdamaian. Netanyahu mengulur-ulur waktu pelaksanaan perjanjian perdamaian. Ia menolak adanya negara Palestina, agar Palestina tetap sekedar daerah otonom di dalam Israel . Ia bahkan ingin menunggu/menciptaka n kontelasi baru (pemukiman Yahudi di daerah pendudukan, bila perlu perluasan hingga ke Syria dan Yordania) untuk sama sekali membuat perjanjian baru.

AS tidak senang bahwa Israel jalan sendiri di luar garis yang ditetapkannya. Namun karena lobby Yahudi di AS terlalu kuat, maka Bill Clinton harus memakai agen-agennya di negara-negara Arab untuk “mengingatkan” si “anak emasnya” ini. Maka sikap negara-negara Arab tiba-tiba kembali memusuhi Israel . Mufti Mesir malah kini memfatwakan jihad terhadap Israel .

Sementara itu Uni Eropa (terutama Inggris dan Perancis) juga mencoba “aktif” menjadi penengah, yang sebenarnya juga hanya untuk kepentingan masing-masing dalam rangka menanamkan pengaruhnya di wilayah itu. Mereka juga tidak rela kalau AS “jalan sendiri” tanpa bicara dengan Eropa.

*2002 – Sampai sekarang*
Sebuah usul perdamaian saat ini adalah Peta menuju perdamaian yang diajukan oleh Empat Serangkai Uni Eropa, Rusia, PBB dan Amerika Serikat pada 17 September 2002 . Israel juga telah menerima peta itu namun dengan 14 “reservasi”. Pada saat ini Israel sedang menerapkan sebuah rencana pemisahan diri yang kontroversial yang diajukan oleh Perdana Menteri Ariel Sharon. Menurut rencana yang diajukan kepada AS, Israel menyatakan bahwa ia akan menyingkirkan seluruh “kehadiran sipil dan militer yang permanen” di Jalur Gaza (yaitu 21 pemukiman Yahudi di sana, dan 4 pemumikan di Tepi Barat), namun akan “mengawasi dan mengawal kantong-kantong eksternal di darat, akan mempertahankan kontrol eksklusif di wilayah udara Gaza, dan akan terus melakukan kegiatan militer di wilayah laut dari Jalur Gaza.

Pemerintah Israel berpendapat bahwa “akibatnya, tidak akan ada dasar untuk mengklaim bahwa Jalur Gaza adalah wilayah pendudukan,” sementara yang lainnya berpendapat bahwa, apabila pemisahan diri itu terjadi, akibat satu-satunya ialah bahwa Israel “akan diizinkan untuk menyelesaikan tembok – artinya, Penghalang Tepi Barat Israel – dan mempertahankan situasi di Tepi Barat seperti adanya sekarang ini.

Di hari kemenangan Partai Kadima pada pemilu tanggal 28 Maret 2006 di Israel, Ehud Olmert – yang kemudian diangkat sebagai Perdana Menteri Israel menggantikan Ariel Sharon yang berhalangan tetap karena sakit – berpidato. Dalam pidato kemenangan partainya, Olmert berjanji untuk menjadikan Israel negara yang adil, kuat, damai, dan makmur, menghargai hak-hak kaum minoritas, mementingkan pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta terutama sekali berjuang untuk mencapai perdamaian yang kekal dan pasti dengan
bangsa Palestina. Olmert menyatakan bahwa sebagaimana Israel bersedia berkompromi untuk perdamaian, ia mengharapkan bangsa Palestina pun harus fleksibel dengan posisi mereka. Ia menyatakan bahwa bila Otoritas Palestina, yang kini dipimpin Hamas, menolak mengakui Negara Israel, maka Israel “akan menentukan nasibnya di tangannya sendiri” dan secara langsung menyiratkan aksi sepihak. Masa depan pemerintahan koalisi ini sebagian besar tergantung pada niat baik partai-partai lain untuk bekerja sama dengan perdana menteri yang baru terpilih.

Sementara itu sebelum terjadinya serangan habis-habisan Israel ke Gaza (27/12/2008), sudah terjadi serangan-serangan kecil di antara kedua belah pihak di sekitar Jalur Gaza, disebabkan Israel menutup tempat-tempat penyeberangan atau jalur komersial ke Gaza sehingga pasokan bahan baker minyak terhenti, yang memaksa satu-satunya pusat pembangkit listrik di Jalur Gaza tutup.

Sumber: milis FUSI-FTUI

Rujukan:
http://sabdaweb. sabda.org/ bible/
http://alkitab. otak.info/
http://quran. al-islam. com/ind/
http://hadith. al-islam. com/bayan/ Tree.asp? Lang=ind

Bacaan:
http://media. isnet.org/ antar/etc/ Yahudi.html
http://id.wikipedia .org/wiki/ Yahudi
http://en.wikipedia .org/wiki/ Who_is_a_ Jew%3F
http://hotarticle. org/pengubahan- taurat-oleh- yahudi/

Januari 9, 2009 - Posted by | Gado-gado |

52 Komentar

  1. emang sih Palestina udah perang dari jaman dahulu kala (gak dulu” amet sih).

    bahkan pernah ada yang bilang kalo mereka damai, dunia akan kiamat. hahaha…

    salam kenal… main balik ya ke blog gw… http://diazhandsome.wordpress.com


    salam kenal balik diaz … gw berdoa agar perang ini segera berakhir, tapi dunia jangan kiamat dulu. Masih banyak dosa niy!!

    Komentar oleh diazhandsome | Januari 9, 2009

  2. Israel harus dibumi hanguskan…
    slam kenal yah..
    jngn lupa mampir

    Komentar oleh Ardian | Januari 10, 2009

  3. Kalo ada yang pengen menambahkan ato mengkoreksi dengan sumber rujukan baru, dipersilahkan dengan sangat … Terima kasih =)

    Komentar oleh chidua | Januari 10, 2009

  4. hmmmm sumbernya dari mana mba?

    salam kenal…

    kayaknya ada referensi yang labih mantaz nih sedikit kutipannya ;)

    SIAPAKAH ORANG PALESTINA ?
    APA & DI MANA PALESTINA?Pertanyaan-pertanyaan di atas akan terjawab setelah anda membaca artikel di bawah ini. Bagaimanapun, fakta-fakta sejarah harus ditegakkan sekarang. Tidak pernah ada sebuah peradaban atau sebuah bangsa yang merujuk pada “Palestina” dan dugaan sebuah “negara Arab Palestina” yang memiliki bukti-bukti kuno merujuk ke Tanah Suci dari zaman dahulu sekali adalah salah satu cerita bohong terbesar yang pernah dibuat di dunia ini! Tidak ada, atau tidak pernah ada, sebuah kebudayaan atau bahasa “Palestina” yang jelas. Lebih lanjut, tidak pernah ada sebuah negeri Palestina yang dipimpin oleh seorang Palestina Arab dalam sejarah, atau tidak ada sebuah gerakan nasional Palestina-Arab yang serius sebelum tahun 1964… tiga tahun SEBELUM orang-orang Arab dari “Palestina” kehilangan Tepi Barat [Yudea dan Samaria] dan Jalur Gaza sebagai hasil dari Perang Enam-Hari tahun 1967 (yang dimulai oleh bangsa-bangsa Arab). Bahkan apa yang disebut sebagai bekas pemimpin bangsa “Palestina”, alm. Yasser Arafat, adalah seorang MESIR! Singkatnya, apa yang disebut sebagai “Palestina” Arab adalah bangsa buatan… sebuah bangsa tanpa sejarah dan tanpa otentisitas (keaslian)… yang tujuan keberadaannya semata-mata adalah untuk menghancurkan Negara Yahudi!

    Israel pertama kali menjadi sebuah negara pada tahun 1312 Sebelum Masehi (SM), 2000 tahun sebelum munculnya Islam! 726 tahun kemudian pada tahun 586 SM orang-orang Yahudi kuno ini di Tanah Israel [Yudea] diserbu dan Bait Suci Yahudi PERTAMA milik Israel (di Gunung Bait Kota Tua Yerusalem) dihancurkan oleh Nebukadnezar, raja Babylonia kuno. Banyak dari orang-orang Yahudi dibunuh atau dibuang; walaupun demikian banyak juga yang diperbolehkan untuk tetap tinggal di sana. Orang-orang Yahudi inilah bersama dengan anak-cucu mereka dan orang-orang Yahudi lain yang datang kembali untuk tinggal 500 tahun kemudian, membangun kembali Negara Israel dan juga Bait Suci Kedua di Yerusalem di atas Gunung Bait. Dengan demikian klaim bahwa bangsa Yahudi tiba-tiba muncul 50 tahun yang lalu persis setelah peristiwa Holocaust (pembantaian etnis Yahudi selama Perang Dunia II) kemudian ramai-ramai datang ke Palestina dan mengusir bangsa Arab adalah gila, sama sekali tidak masuk akal!

    Kemudian pada tahun 70 Masehi (M) (hampir 2000 tahun yang lalu), giliran Kekaisaran Romawi yang memasuki Israel kuno dan menghancurkan Bait Suci Yahudi KEDUA, membantai atau mengusir banyak dari populasi bangsa Yahudi. Banyak orang-orang Yahudi meninggalkan harta bendanya sebab tidak tahan akan kondisi kehidupan di sana dalam berbagai hal… walaupun demikian ribuan orang Yahudi tetap tinggal di sana dan memberontak selama berabad-abad dengan tujuan untuk membangun kembali sebuah Negara Yahudi di Tanah Suci ini.

    Selama 3250 tahun, berbagai macam Bangsa, Agama dan Kekaisaran menduduki Yerusalem, ibukota kuno milik Israel. Wilayah itu berturut-turut dikuasai oleh bangsa Ibrani [Yahudi], Assyria, Babylonia, Persia, Yunani (Makedonia), Makkabe [Yahudi], Romawi, Byzantium, Arab, Mesir, Eropa prajurit Perang Salib, Mameluk, Turki (yang menguasainya tapi kurang perhatian, membuatnya menjadi terbelakang, mengabaikan daerah itu dari abad ke-16 sampai Inggris mengusir mereka selama Perang Dunia I) dan kemudian sekali lagi oleh bangsa Yahudi pada tahun 1948. Tidak satupun dari mereka yang berupaya keras, atau setidaknya memiliki sedikit niat, untuk membangun sebuah Negara milik mereka sendiri… KECUALI bangsa Yahudi!

    Haruslah dicatat bahwa pada tahun 636 M, ketika orang-orang Arab perampok datang ke tanah itu dan beranak-pinak bahkan melebihi orang-orang Yahudi, mereka tidak membentuk satupun negara Arab di sana… dan tentu saja tidak sebuah negara “Palestina”. Mereka hanyalah “orang-orang Arab” yang, seperti dilakukan juga oleh bangsa-bangsa lain sebelum mereka, berpindah ke sebuah area geo-politik bernama “Palestina!” Dan ingatlah satu fakta ini… orang-orang Yahudi tidak”merebut” (kata kesukaan dari orang-orang Arab pelaku propaganda) tanah tersebut dari orang-orang Arab. Jika mau jujur, orang-orang Arab-lah pada tahun 636 M yang menyerbu dan mencurinya dari orang-orang Yahudi!

    Kesimpulan:

    Tidak ada negara, selain negara kuno Israel dan kemudian lagi pada tahun 1948 dengan kelahiran kembali Negara ke-2 Israel, pernah memimpin sebagai sebuah entitas nasional berdaulat di atas tanah ini. Kekaisaran Yahudi yang perkasa menguasai dalam jangka waktu panjang seluruh area ini bahkan sebelum bangsa-bangsa Arab – dan Islam mereka – pernah dilahirkan! Bangsa Yahudi memiliki salah satu Akte Kelahiran paling sah daripada bangsa-bangsa apapun di dunia. Setiap dilakukan penggalian arkeologi di Israel, hanyalah mendukung fakta bahwa Bangsa Yahudi telah berada di sana selama 3.000 tahun. Koin mata uang nasional, barang-barang pecah belah, kota-kota, tulisan-tulisan Ibrani kuno… semuanya mendukung klaim ini. Ya, bangsa-bangsa lain juga telah mendiaminya, tetapi tidak ada fakta yang keliru bahwa bangsa Yahudi berada di tanah itu secara terus-menerus selama lebih dari 3.000 tahun. Hal ini mendahului dan tentunya mengecilkan klaim-klaim yang dimiliki bangsa-bangsa lain di wilayah itu. Bangsa Filistin kuno sudah punah. Banyak bangsa-bangsa kuno lainnya sudah punah. Mereka tidak memiliki garis tanpa putus sampai saat ini seperti yang dimiliki orang-orang Yahudi. Dan jika anda ingin membicarakan agama, baik. TUHAN MEMBERI Tanah Israel kepada Bangsa Yahudi. Dan TUHAN melakukannya bukan kebetulan!

    “PALESTINA?”

    Istilah “Palestina” datang dari nama yang diberikan oleh penjajah Kekaisaran Romawi kepada Tanah Israel kuno dalam usahanya untuk menghapus dan menghilangkan keabsahan keberadaan Yahudi di Tanah Suci. Nama “Palestina” ditemukan pada tahun 135 SM. Sebelumnya dikenal sebagai Yudea, yang merupakan kerajaan selatan dari Israel kuno. Penguasa Romawi yang bertanggungjawab atas daerah Yudea-Israel begitu marah terhadap orang-orang Yahudi dengan pemberontakan mereka sehingga ia memanggil para ahli sejarahnya dan bertanya kepada mereka siapa musuh bebuyutan dari bangsa Yahudi di dalam sejarah masa lalu mereka. Para ahli tulisan berkata, “bangsa Filistin.” Maka, Penguasa mendeklarasikan bahwa Tanah Israel selanjutnya akan disebut ”Filistia” [selanjutnya diharam-zadahkan menjadi "Palaistina"] untuk mempermalukan bangsa Yahudi dan menghapuskan sejarah mereka.
    Karena itu namanya ”Palestina.”

    Satu hal lagi. Sangatlah sering seseorang mendengar para pelaku revisi dan propaganda menemukan hubungan sejarah kuno antara “Filistin” (“Penyerbu” dalam bahasa Ibrani) dan Arab “Palestina.” Tidak ada kebenaran terhadap klaim ini!

    Bangsa Filistin adalah salah satu dari sejumlah Bangsa Pelaut yang mencapai wilayah Mediterranea timur kira-kira pada tahun 1250-1100 SM. Mereka sebenarnya merupakan sebuah campuran dari beberapa kelompok etnis, terutama dari laut Aegea dan asal usul Eropa tenggara [Yunani, Kreta dan Turki Barat] dan mereka meninggal lebih dari 2.500 tahun yang lalu! Para Filistin tersebut bukanlah Arab… dan begitu juga Delilah dan Goliat! Melainkan orang Eropa. Para Arab “Palestina” hanyalah… Arab! Dan jika para Arab “Palestina” ini memiliki akar sejarah dengan bangsa Filistin kuno itu sama saja seperti menghubungkan Yasser Arafat dengan bangsa Eskimo!

    Para penduduk kuno dari Palestina sudah lama punah dari bumi. Bangsa Kanaan, Fenisia (Libanon kuno) dan Filistin, semuanya dikalahkan oleh bangsa Israel sebelum tahun 1060 SM. Kebanyakan dari identitas-identitas budaya ini lenyap pada era neo-Babylonia, atau, abad ke-6 SM. Bangsa-bangsa Arab bahkan tidak berada di Palestina sampai pertengahan abad ke-7 M, setelah seribu tahun kemudian, setelah sejarah Yahudi 1.300 tahun di Palestina. Bangsa-bangsa Arab yang kemudian tinggal di Palestina tidak pernah membangun diri mereka sendiri atau tanah tersebut, melainkan tetap sebagai pengembara dan pura-pura primitif.

    Bahkan kata “Palestina” tidak punya arti dalam bahasa Arab – setiap kata dalam bahasa Arab memiliki arti yang berasal dari Al Qur’an, tetapi kata “Palestina” tidak. Jika mau jujur, nama “Palestina” selalu di-asosiasikan dengan orang-orang Yahudi. Dalam tahun-tahun yang menuju kepada kelahiran kembali Israel pada tahun 1948, mereka yang berbicara mengenai “Palestina” hampir selalu merujuk kepada penduduk Yahudi di wilayah itu. Sebagai contoh, surat kabar “Palestine Post” [menjadi ”Jerusalem Post” yang sekarang] dan “the Palestine Symphony Orchestra” semua anggotanya orang Yahudi. “Resimen Brigade Palestina” secara eksklusif terdiri dari para sukarelawan Yahudi di Angkatan Darat Inggris untuk Perang Dunia II. Dalam kenyataannya, para pemimpin Arab menolak gagasan identitas unik “Arab Palestina”, malahan bersikeras bahwa Palestina hanyalah bagian dari “Suriah Raya.”

    KEMBALI KE ZION (SION)
    Kembali melalui baik ruang dan waktu ke tanah leluhur mereka. Zion adalah gunung/bukit tempat kota Yerusalem.

    Tanah Israel tidak pernah tanpa orang Yahudi sama sekali, walaupun pada beberapa waktu jumlahnya hanya puluhan ribu. Ini disebabkan tanah itu sebenarnya tak dapat dihuni ketika orang-orang Yahudi sekali lagi memulai hak pemberian TUHAN dan kewajiban untuk kembali secara besar-besaran ke tanah dari nenek moyang mereka (Gerakan Zionis) dalam tahun 1880-an.
    Retorik lucu tentang keberadaan Arab dalam jumlah besar yang diserbu oleh “orang-orang Yahudi yang menginvansi ” dengan cepat terhapuskan oleh Mark Twain, yang mengunjungi daerah itu pada tahun 1867. Dari bukunya, “The Innocents Abroad”…
    “Sebuah Negara terpencil yang tanahnya cukup kaya, namun seluruhnya cocok untuk berkabung… sebuah permukaan luas untuk berdukacita yang sunyi…. sebuah ketandusan…. kami tidak pernah melihat seorang manusiapun di seluruh rute perjalanan…. nyaris tidak ada pohon atau semak belukar di manapun. Bahkan pohon zaitun dan kaktus, tanaman-tanaman pendamping puasa dari sebuah tanah yang tak berharga, nyaris meninggalkan negeri itu.”
    Orang-orang Yahudi tidak menggantikan siapapun, sebab sangat sedikit orang-orang yang benar-benar memiliki tanah itu. Kebanyakan merupakan para pemilik yang tidak berada di tempat itu, yang tinggal di tempat lain. Fakta yang lain yang hampir tidak diperlihatkan oleh “para ahli sejarah baru” adalah bahwa orang-orang Yahudi yang tiba di sana tidak pernah mengusir seseorang dari tanah itu. Semua tanah dibeli secara legal dari para pemilik semula… apakah mereka dari “Palestina” itu sendiri ataupun dari tempat lain. Lagi pula, jumlah dolar yang banyak dibayarkan untuk tanah itu yang, dalam banyak kasus, tidak berpenghuni dan hampir tidak lebih dari tanah rawa-rawa dan daerah berbatu-batu. Hanya sekitar 120.000 orang Arab tinggal di sebuah daerah yang sekarang membentuk Negara Israel, Yordania dan yang disebut sebagai “Tepi Barat” [Yudea dan Samaria] di antaranya. Pada tahun 1890, jumlah orang Yahudi yang telah menetap di Palestina mencapai 50.000 jiwa, pada tahun 1907, berjumlah 100.000 jiwa. Di Yerusalem sendiri orang-orang Yahudi berjumlah lebih dari 25.000 jiwa, dari total populasi di kota tersebut yang hanya berjumlah 40.000 jiwa orang Yahudi, Kristen dan Arab. Orang-orang Arab, bagaimanapun, memang adalah penduduk mayoritas di pinggiran negeri yang jarang penduduknya, yang berbatasan dengan Yerusalem.

    Dari tahun 1888 sampai tahun 1915 terdapat sekitar enam kali wabah belalang yang membuat tanah itu hampir tidak dapat dihuni. Pada tahun 1915 sebuah wabah belalang menyebabkan sekitar 40.000 orang meninggal dan sejumlah besar orang-orang Yahudi dan Arab meninggalkan tanah itu. Mereka-mereka yang kembali tidak melakukannya sampai sekitar tahun 1922 ketika uang para Zionis untuk mengklaim kembali tanah itu mulai datang dan sebuah jalur pipa dipasang. Kemudian mulailah berdatangan baik orang-orang Arab dan Yahudi dalam jumlah besar.

    Para Zionis Yahudi di Palestina mula-mula adalah para pelopor idealistis yang tiba di pra-negara Israel itu dengan itikad untuk tinggal dengan damai bersama tetangga Arab mereka dan meningkatkan kualitas hidup bagi semua penduduk tanah itu. Para Zionis pra-Israel (dan kemudian menjadi Israel) telah mencoba untuk membangun secara damai bagi manfaat bersama Yahudi dan Arab di tanah itu. Tetapi kepemimpinan Arab selalu, dimulai di masa-masa awal, mengambil jalan hina dengan bersikeras bahwa solusi satu-satunya adalah orang-orang Yahudi harus keluar dari tanah itu, bahkan jika itu berarti melanjutkan kemiskinan dan stagnasi. Jika permintaan Arab tidak dipenuhi, mereka selalu mengambil jalan dengan kekerasan.

    Mayoritas jumlah besar dari orang-orang Arab datang ke daerah itu setelah para pelopor Zionis pertama-tama ini mulai mengeringkan rawa-rawa yang terinfeksi malaria dan membajak tanah itu! Dalam melakukannya, orang-orang Yahudi ini menciptakan peluang-peluang ekonomi dan ketersediaan medis yang menarik orang-orang Arab baik dari teritori di sekeliling dan daratan-daratan yang jauh! Dalam kenyataannya, 90% dari orang-orang Arab bermigrasi ke sana dalam 100 tahun terakhir. Kebanyakan dari orang-orang Arab di “Palestina” merupakan para penyelundup dan penduduk liar yang berasal dari Suriah, Yordania, Mesir, Irak dan daratan-daratan lain yang hanya mengambil kepemilikan bagian-bagian tanah. Hal ini begitu melemahkan klaim mereka bahwa mereka telah berada di sana sejak “zaman dahulu kala!” Orang-orang Arab ini datang dari kumpulan suku-suku yang tak teratur dengan tradisi saling menteror terus-menerus dan mencoba untuk merampas tanah dari tetangga mereka. Kebanyakan dari mereka merupakan orang-orang buangan sosial dan para pelaku kriminal yang tidak dapat menemukan pekerjaan di negara-negara mereka sendiri maka mereka mencari keberuntungan mereka di tempat lain. Sayangnya, para imigran Arab ini memasukkan ke dalam Tanah Suci kebudayaan tua mereka menteror tetangga untuk merampas tanah. Dalam kenyataannya, bangsa “Palestina” Arab yang sekarang, yang dipimpin oleh Ismail Haniyah dan Hamas-nya (Hamas… tidaklah lebih dari Sebuah Jaringan Para Pembunuh Menyamar Sebagai Pemerintah!) tetap tidaklah lebih dari para penjahat kejam jalanan, penggertak dan ‘Saddam Kecil’ yang dibangun di suatu tempat di seluruh kebanyakan dari dunia Arab. Sementara itu PLO (Palestine Liberation Organization / Organisasi Pembebasan Palestina) sekarang sudah tidak pernah kedengaran lagi sepak terjangnya.

    Namun sementara para Yahudi yang kembali sangat termotivasi untuk memperbaiki tanah itu, para Arab dibakar oleh rasa iri hati dan kebencian karena ketiadaan mereka dalam hal kepemimpinan untuk menginspirasi dan memotivasi mereka akan keberadaan mereka di sana, dalam kenyataannya, mereka adalah orang asing secara sejarah terhadap tanah itu! Tidak seperti para Yahudi, orang-orang Arab itu yang berimigrasi ke sana tidak memiliki bukti-bukti kuno yang mengarah ke tanah itu atau kenangan-kenangan sejarah tanah kampung halaman … Tanah kuno orang Yahudi ini!

    Masalah nyata yang dihadapi para Arab itu saat ini adalah ketiadaan sebuah tanah kampung halaman. Sebab-akibat sejarah dari masalah mereka dan rasa frustrasi adalah fakta bahwa negara-negara tempat mereka berasal tidak bersedia menerima mereka kembali. Inilah sebabnya mengapa begitu banyak dari mereka tinggal, sampai saat ini, di dalam kamp-kamp pengungsi, di negara-negara Arab tetangga, tanpa hak-hak sipil yang fundamental. Dalam rasa frustrasi, mereka merasa bahwa satu-satunya harapan dan pilihan yang dimiliki mereka adalah mencoba dan mencuri negara orang lain!

    Kesimpulan:

    Tidak ada sejarah orang “Palestina Arab” sebelum orang-orang Arab membuatnya dengan singkat setelah tahun 1948, dan kemudian khususnya setelah bulan Juni 1967 Perang Arab-Israel! Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Belanda “Trau” (31 Maret 1977), anggota komite eksekutif PLO Zahir Muhsein berkata, “Bangsa Palestina itu tidak ada. Penciptaan sebuah negara Palestina hanyalah cara untuk melanjutkan perjuangan kami menentang negara Israel bagi persatuan Arab. Dalam kenyataan sekarang tidak ada perbedaan antara orang Yordania, Palestina, Suriah dan Libanon. Hanya untuk alasan politis dan taktis kami sekarang berbicara tentang eksistensi dari sebuah bangsa Palestina, semenjak kepentingan nasional Arab mengharuskan kami menerima eksistensi dari sebuah ‘bangsa Palestina’ yang jelas untuk menentang Zionisme. Telah ada juga sebuah perang “konsep” untuk kepemilikan istilah “Palestina” yang telah dipindahkan kepada Arab di mana, sebelum tahun 1967, “Palestina” selalu sinonim dengan negara Eretz Israel dan Tanah Israel.

    Situs-situs Arkeologi sampai hari ini terus berlanjut untuk menghasilkan artifak-artifak dengan tulisan Ibrani (bahasa Yahudi), bukan teks fiksi “Palestina” atau huruf Arab!
    Apa yang disebut sebagai bangsa Arab “Palestina” hanyalah, sebagaimana mereka sekarang, adalah bangsa Arab yang tidak berbeda secara budaya, sejarah ataupun etnis dari bangsa Arab lain yang tinggal di mana saja dari ke-24 negara-negara Arab tempat asal mereka beremigrasi. Gagasan bahwa bangsa “Palestina” adalah semacam sub-kelompok dari bangsa-bangsa Arab dengan identitas unik mereka sendiri adalah fiksi murni! Propaganda hebat… namun tetaplah fiksi murni! Dan jika para Arab TIDAK melanjutkan pencucian otak generasi demi generasinya untuk percaya OMONG KOSONG SEJARAH ini tentang kaitan “Palestina Arab” kuno dengan Tanah Suci, kebanyakan dari mereka mungkin telah mendapati diri mereka sendiri adanya sebuah kehidupan nyata yang sekarang dengan sedikit pertumpahan darah dan keprihatinan penderitaan bagi setiap orang!

    Ingat: Ketika kami menggunakan bahasa mereka (contoh: “Tepi Barat” bukannya Yudea-Samaria, “wilayah yang dijajah ” bukannya tanah-tanah Yahudi yang dibebaskan, “perkampungan-perkampungan” bukannya komunitas Yahudi, “Palestina” bukannya Arab, “Haram esh Sharif” bukannya Gunung Bait, dll.), kami mengizinkannya dipakai untuk mendefinisikan isu-isu, menciptakan atau mengubah sejarah dan mengendalikan debat.

    KESERAKAHAN, KESOMBONGAN, IRI HATI!

    Bangsa-bangsa Arab dan/atau Muslim saat ini mengendalikan 22 negara… 99 persen dari KESELURUHAN tanah besar Timur Tengah sementara Israel menduduki hanya 1/2 dari 1 persen bintik noda di atas peta yang sama ini. Tetapi bagian itu tetaplah terlalu banyak bagi orang-orang Arab untuk dibagikan. Mereka menginginkan semuanya. Seberapa sering kita mendengar tangisan terkenal mereka, “Kami akan berjuang sampai titik darah terakhir untuk setiap butir tanah terakhir!” Dan itulah yang pada akhirnya dipersoalkan di semua peperangan sekarang ini. Dan seberapapun banyaknya konsesi-konsesi tanah yang mungkin dibuat oleh orang-orang Israel bagi “perdamaian,” itu tidaklah pernah cukup! Perjanjian damai apapun antara Israel dan dunia Arab pada akhirnya tidak berarti. Perjanjian yang baru-baru ini diadakan, yaitu “Persetujuan Damai Oslo” tahun 1993 tidak membawa hasil apapun kecuali para pembom pembunuh ke dalam Israel. Bahkan perjanjian-perjanjian damai Israel-Mesir dan Israel-Yordania dibuat dengan sebuah berkas tunggal dan, jika anda membaca surat-surat kabar mereka, yang dikendalikan oleh pemerintah, anda akan berpikir mereka masih berperang dengan Israel!

    PERDAMAIAN ITU TIDAK MUNGKIN!
    Tidak Ada Lagi “Moderat” di Timur Tengah

    Sejak Bangsa Yahudi membangun kembali kedaulatan di tanah kuno kampung halaman mereka, mereka mencari perdamaian sejati dengan para tetangga mereka. Sayangnya, para tetangga mereka tidak berkeinginan untuk berbagi eksistensi secara damai bersama mereka. Mereka, seperti Bin Laden saat ini, merasa bahwa mereka memiliki kewajiban agama untuk menghancurkan Negara Yahudi non-Arab/Muslim (dan, untuk hal itu, SEMUA pemerintahan non-Arab/Muslim di dunia). Kampanye Arab melawan Israel tidaklah berakar di dalam segala keluhan-keluhan yang bisa dinegosiasikan, melainkan di dalam sebuah perlawanan dasar terhadap eksistensi kedaulatan Yahudi di dalam wilayah yang mereka rasa sebagai Timur Tengah MEREKA! Tujuan akhir para Arab adalah menghapus sejarah Yahudi dari “Palestina”… dan kemudian menghapus Israel dari permukaan Bumi.

    Ketika PLO dibentuk pada tahun 1964, tujuan utamanya adalah menghancurkan Israel. Setelah Perang Arab-Israel 1967, tujuan mereka menjadi dua-jalur: Selain (1) menghancurkan Israel sekaligus (sama dengan tujuan sebelum tahun 1967) juga (2) membentuk negara Palestina-Arab untuk digunakan sebagai tempat landasan untuk menghancurkan negara Israel. Strategi-strategi yang berbeda, namun tujuan akhir sama… sebuah negara TANPA BERDAMPINGAN dengan ISRAEL, tetapi DI TEMPAT ISRAEL. Itu saja… sangat sederhana!

    YERUSALEM DAN GUNUNG BAIT

    Selama 3.300 tahun sejarah, Yerusalem merupakan ibukota hanya untuk Bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi selalu tinggal di Yerusalem, kecuali ketika mereka dibantai atau diusir. Terdapat, bagaimanapun, keberadaan Yahudi yang nyaris tak putus-putus di Yerusalem untuk masa 1.600 tahun terakhir. Dan sejak permulaan tahun 1800an, populasi Yerusalem telah didominasi oleh orang-orang Yahudi. Bahkan ketika orang-orang Yordania merebut dan menduduki Yerusalem dari tahun 1948-1967, mereka (orang-orang Yordania) tidak pernah berupaya untuk mengubahnya menjadi ibukota mereka (menggantikan Amman) ataupun menjadikannya ibukota dari semua bangsa “Palestina”-Arab. Bahkan selama 19 tahun Yordania “menduduki” sebagian besar Yerusalem, para pemimpin Arab dari negara-negara Arab yang lain nyaris tidak pernah berupaya untuk mengunjungi kota ini! Hanya kepada bangsa Yahudi-lah Yerusalem memiliki arti khusus yang mendalam!
    Kenyataannya adalah bahwa Yerusalem tidak pernah menjadi sebuah ibukota Arab dan ia tidak pernah menjadi, jika orang-orang Yahudi memperbaikinya, sebuah kota propinsi yang berdebu yang sukar memainkan peranan ekonomi, sosial ataupun politik.

    Ada mitos yang lain sehubungan dengan isu Yerusalem dan Gunung Bait-nya. Mitos itu adalah bahwa Yerusalem adalah benar-benar sebuah kota Arab dan maka ia adalah fokus pusat Islam. Sesungguhnya adalah bahwa bangsa-bangsa Arab memperlihatkan sedikit ketertarikan (interest) terhadap Yerusalem sebelum tahun 1967 setelah Perang Enam-Hari. Lagi pula, Mekkah dan Medinah (keduanya di Arab Saudi) adalah kota paling suci Islam!

    Kitab Suci Al Qur’an Islam menyebut Mekkah 2 atau 3 kali (secara tidak langsung, namun tidak benar-benar tertulis). Ia menyebut Medinah 5 kali. Ia tidak pernah menyebut nama Yerusalem. Tidak ada bukti sejarah yang mendukung gagasan Muhammad pernah mengunjungi Yerusalem! Dan jika ia benar-benar mengunjungi Yerusalem, tidaklah mungkin sampai 6 tahun setelah kematiannya. Oleh karena itu, dugaan bahwa Muhammad naik ke Surga (Isra Miraj) dari sebuah bukit batu di Yerusalem (Dome of the Rock yang sekarang) adalah sangat menggelikan!

    Satu hal lagi tentang Yerusalem secara umum dan Gunung Bait-nya secara khusus. Yerusalem muncul di dalam Alkitab Yahudi 669 kali dan Zion (yang biasanya berarti Yerusalem, kadang-kadang Tanah Israel) 154 kali, atau 823 kali seluruhnya. Alkitab Kristen menyebut Yerusalem 154 kali dan Zion 7 kali. Semuanya diberitahukan, di Perjanjian Lama (Alkitab Ibrani) dan Perjanjian Baru, istilah “Yehuda” atau “Yudea” muncul 877 kali, dan “Samaria” digunakan di 123 kejadian.

    Ini makin lebih baik lagi. Lihatlah lebih dekat Al Qur’an Suci mereka, kami telah mengungkap sesuatu yang sangat menakjubkan. Para Muslim ini mungkin sebenarnya lebih bersifat Yahudi dari pada Muslim! Al Qur’an menyebut “Israel” 47 kali, “Yahudi” 26 kali! Bahkan “Kristen” memperoleh 15 penyebutan!

    OK, jadi mungkin Muhammad hanya lupa untuk menyebut “Yerusalem”. Mungkin ia juga lupa menyebut Haram-esh-Sharif, nama versi mereka untuk Gunung Bait Yudaisme. Mungkin ini adalah sebuah kelalaian yang jujur. Panasnya padang gurun pasir bisa melakukan hal-hal aneh terhadap otak seseorang. Tetapi seharusnya “Palestina” disebut-sebut di seluruh Al Qur’an. Lagi pula, bangsa “Palestina” kuno kembali pulang, benar? SALAH. “Palestina” dan “bangsa Palestina” tidak dapat ditemukan di manapun. Mungkin inilah sebabnya dengan apa yang disebut “Palestina” Arab ini yang katanya memiliki akar sejarah kuno SEMUA KEMBALI PULANG pada bulan Juni 1967!
    Begitu banyak hubungan kuno agama dan fisik bagi orang-orang Arab, Muslim atau “Palestina” kepada satu ons lempengan tanah di tempat yang disebut wilayah “yang diduduki”!

    Dari tahun 1948 sampai 1967, ketika Yerusalem Timur dan Gunung Bait “diduduki” oleh Pasukan Yordania menyusul Perang Arab-Israel 1948-9, Yerusalem sendiri diabaikan oleh dunia Arab. Tidak ada pemimpin Arab pernah berkunjung, bahkan tidak berdoa di Mesjid al-Aqsa atau Dome of the Rock (keduanya berlokasi di Gunung Bait YAHUDI). Juga perlu dicatat selama periode 19 tahun pendudukan Yordania ini, tidak seorangpun Yahudi diizinkan di sana… tidak ada yang bisa dilihat bagi mereka karena orang-orang Arab menghancurkan 58 buah sinagog-sinagog Yahudi di Yerusalem! Bahkan para Arab dari “Palestina” menempatkan prioritas yang begitu rendah terhadap Yerusalem di mana piagam pendirian PLO, Perjanjian Nasional Palestina tahun 1964, tidak membuat keterangan apapun tentang Yerusalem. Hanya ketika kaum Yahudi merebutnya kembali setelah “Perang Enam Hari” 1967 (yang dimulai oleh bangsa-bangsa Arab) dunia Arab TIBA-TIBA menjadi bergairah dengan Yerusalem!

    Dapatkah siapa saja satu orang Muslim di dunia ini menghasilkan bukti yang dapat dipercaya mengenai hubungan mereka dengan tempat suci ini, selain mimpi Muhammad? Percaya atau tidak, ada satu dan hanya satu-satunya sumber bagi klaim Muslim terhadap Yerusalem dan tempat Gunung Suci ini, adalah penyebutan di Al Qur’an mengenai mimpi Muhammad akan “tempat jauh” yang tidak diketahui. Mungkin “tempat jauh” ini adalah Gedung Putih di Washington DC atau “peternakan ayam” di Nevada?

    Sesungguhnya, Dome of the Rock dan mesjid Al-Aqsa hanyalah dua dari ratusan ribu mesjid-mesjid Muslim di seluruh dunia. Kecuali untuk dua mesjid kecil, Yerusalem sendiri tidak punya arti penting bagi Islam. Dalam kenyataannya, terdapat lebih banyak tempat-tempat suci umat Kristen di Yerusalem dari pada milik Muslim!


    salam kenal … bisa dipastikan saya tidak setuju dengan artikel anda …

    Komentar oleh i am juden ! | Januari 10, 2009

  5. To ” I’m Juden”

    Kelihatane ini komentar dari orang yang cerdas tapi ga punya otak ..

    Lowh kok bisa..???Ya iyalah ya artikel yang ditulisnya ini sebagai bukti he he..

    Wah kok jadi salah menyalahkan sudahlah..

    Saya mohon maav ya apabila ada yang tersinggung..

    Beda pendapatitu wajar, mari kita diskusikan OK..

    Yang pasti kita dan “i am juden !” berbeda pandangan dan sepertinya berbeda keyakinan pula … Ahh,, perang harus segeran berakhir … dengan kemenangan pada pihak Palestina … Amin …

    Salam kenal bocah bancar …

    Komentar oleh bocahbancar | Januari 10, 2009

  6. Sumbernya dari sharing tulisan di Forum Ukhuwah dan Studi Islam Fak Teknik Universitas Indonesia (FUSI FTUI)… Dan setiap ada perbaikan tulisan atau informasi baru hasil diskusi milis akan akan saya edit di tulisan saya.

    Komentar oleh chidua | Januari 10, 2009

  7. untuk “i am juden !” woooww… panjang amat ngarang ceritanya.. jangan2 memang anda keturunan yahudi yang mengarang cerita buat mempengaruhi orang berpikir buruk terhadap palestine.. kan orang yang buta mata cuma sedikit, tapi buta mata hati ga kehitung jumlahnya… liat aj yg membumi hanguskan itu siapa?? yang membantai wanita dan anak2 itu siapa?? ga perlu saya kasih tau lagi kan??


    Sudah susah memang, klo mata hati sudah tidak bisa melihat … Salam kenal Stevan …

    Komentar oleh stefan | Januari 11, 2009

  8. This is just another fight between semites (arabs and jews). *Yawn*, boring.

    I mean, why would indonesians — ASIANS, NON-SEMITES — want to get involved in that shit?

    Oh, I know the answer: semitic religions (judaism and islamism). Well, in case of indonesia, there are practically no jews, only moslems. But jews in indonesia can be represented by some evangelical christians (who would support anything that hates moslem).

    Anyway, both sides (indonesian moslems and christians) are blind. Blinded by the stupid semitic mumbo jumbos contained in torah, bible, and quran.

    Those excess baggages have taken much of our time, energy, and resources. Enough is enough.

    I think the only workable solution for indonesia are:
    (1) Let the semites exterminate each other. Turn our back to the hellhole that is middle east.
    (2) But before that (enabler): let’s spread more agnoticism in indonesia.

    No … Its not about rabs and jews,,, but it is about HUMANITY … Israel Is Comitting War Crimes

    Komentar oleh diego | Januari 11, 2009

  9. Memang, cerita si “i am juden” itu ngarang banget. Bahkan kita tidak mendapatkan referensi semacam itu dari seorang sejarawan yang biasanya sekaligus misionaris yahudi atau nasrani fanatik sekali pun.
    Kelicikan yahudi terbaca dari karangannya.

    Salam kenal. :)

    Salam kenal Mas Heri… Mari tetap mendoakan saudara2 kita di sana …

    Komentar oleh Herianto | Januari 11, 2009

  10. Buat “i am juden” Kalo mau adu asal usul syapa yg duluan ada di palestina,yg jelas bukan org israel..
    Tapi dinosaurus,bener kan?
    Oy,1 lagi..
    Pernah denger tuhan lahir dr seorang wanita? Klo gtu aku jg jg bisa jd tuhan donk?
    Hahahaha

    Komentar oleh Cah smg | Januari 11, 2009

  11. dududu..misal memang benar seperti yang dikatakan i am naon itu..lahh mana ada sih orang udah 500 taun kagak pernah balik ujug2 minta tanah maksa pula..udah akhirnya dikasih, masih aja ngeringsek tanah orang..yaa coba aja situ kalo punya tanah sah ujug2 ada yang minta bilangnya dulu nenek moyangnya 500 taun yang lalu yang punya tanah ini..behhh..lagipun mau itu tanah dia apa begitu cara yang musti dilakukan..bukannya mereka selalu mengklaim orang yahudi adalah orang terpintar di dunia?? kenapa cara yang dipake cara primitip?? semisal otaknya emang udah pada koslet semua, mereka gak menilik hati nurani mereka apah?? ato emang udah menghitam legam sampe gak berasa apa2 maen bunuh manusia seenaknya..uii kita hidup di dunia nyata oii..bukan lagi maen CS..
    jika ada kejadian seperti yang sedang terjadi di palestina sekarang ini, mau itu menimpa muslim atau nonmuslim, tiap manusia yang masih punya hati harus bersinergi memberikan dukungan penuh bagi yang tertindas!!! masih punya hati kan??

    Setuju Dun,, ini bukan lagi masalah muslim dan non-muslim …

    Komentar oleh dindunz | Januari 11, 2009

  12. kalian lah yang harus merenung…

    tujuan kalian adalah menyingkirkan negara israel titik !!
    ( fundamentalis buta para islameic jihader termasuk kalian )
    tujuan israel menyerang palestina adalah melumpuhkan hamas..
    hamas menggunakan anak kecil dan penduduk sipil hanya sebagai tameng doang, salah satu taktik perang meraka merebut simpati dunia ( termasuk dunia kafir ) ya ga???
    ngaku2 sebagai syuhada tapi ga berani perang frontal, ap itu bukan pengecut?

    israel bisa damai dengan palestina jika hamas tidak ada !

    referensi gw diatas adalah fakta sejarah yang tak terbantahkan ( netral ) bukan karangan para muslim fundamentalis!!

    gbu………..

    Kalo bicara agama pasti tidak akan ada habisnya!! Bener kata dindunz,, ini bukan masalah muslim atau non-muslim. Tapi ini lebih ke masalah kekejaman Israel. Penyerangan ini bukan penyerangan yang dilakukan dengan perencanaan semalam, tapi perencanaan yang sangat matang.

    Anak kecil dan penduduk sipil sebagai tameng?? Apa anda tidak salah tulis? Mereka korban2 yang terkena ledakan bom dan rudal Israel di rumah mereka masing2,, dan kalaupun di kemudian hari mereka memilih untuk bergabung dengan Hamas, itu karena rasa mereka sudah tersakiti. Mana ada orang yang udah diserang tidak ingin mempertahankan diri.

    Israel hanya menjadikan Hamas sebagai kambing hitam untuk memulai perang ini!!!

    Komentar oleh i am juden ! | Januari 12, 2009

  13. emang semua yahudi bajingan kali,ya.pantaes aja kl darah yahudi dihalalin aja.

    Dan untuk kasus ini … Gw pikir Israel lebih tepat yang disebut bajingan …

    Komentar oleh moslem | Januari 12, 2009

  14. damn!!
    Q g mau tau…………….tidur aja!!!

    Komentar oleh tux_shadow | Januari 12, 2009

  15. to “I am Juden” baca berita dong… palestina yang mati 870 30% wanita dan anak2, Israel 13 orang 10nya tentara, siapa yang jahat, even itu memang tameng manusia, jadi boleh di tembak gitu? terlihat kan mental orang Zionis? Blood thirsty.. sekali lg tolong baca berita,..ok. sekali lagi juden baca berita… Juden sekali lagi baca berita.. baca baca baca..
    For Diego—>A knowledge without religion.. IS BLIND!!(Albert Einstein).. FYI bukan Yahudi musuh kita.. ZIONISM lah musuh kita!!!


    Setuju!!!

    Komentar oleh Diaz Lubis | Januari 12, 2009

  16. @ I’m something apalah itu..
    kekeke,, lucu dia nanya dari mana sumber tulisan si chichi,, padahal di bawah tulisannya sudah jelas2 ada referensinya.. Komentar Anda yang panjang lebar itu justru yang tidak ada sumber referensinya dari mana.. btw,, komentarnya panjang amat yak bisa bikin blog sendiri tuh.. kekeke..

    terus tolong ya,, dapat dari mana itu kata-kata Hamas menjadikan warga sipil Palestina sebagai tameng mereka? Dapat dari kata2 juru bicara Israel kan? Itu hanya omong kosong yang mereka buat untuk menjustifikasi tindakan mereka yang membantai hampir seribu orang Palestina,,

    Lu bilang Hamas mencari simpati dunia? Hellow??? Are you blind? The world gives no shit about Palestine.. Tonton tuh CNN, Fox, atau world wide news lainnya,, mereka berpihak pada siapa? Lihat apa yang dilakukan PBB.. bersimpatikah mereka pada tragedi kemanusiaan ini? Hell No!! They just sat there and watched.. There lies biggest crime of humanity and the world just do nothing!

    Ini sudah bukan lagi Islam vs Jewish ato Arab vs Yahudi ato apalah itu,, ini tentang kemanusiaan.. Ini tentang ratusan orang dibantai secara terang-terangan tapi tidak ada lagi yang peduli.. and I would like to ask to who the hell his/her name? I am Juden and others that share the same thought with him/her? Are you considered yourself as a human?

    Dan lagi2 … setuju!! (ga bisa komen banyak2 niy Ni … Di kantor soalnya … hehe …)

    Komentar oleh kunya | Januari 12, 2009

  17. [...] tentang asal muasal  konflik Israel Palestina, gw rasa gw akan merekomendasikan tulisan temen gw : Latar Belakang Sejarah Konflik Palestina-Israel. Postingan gw ini cuma mau mengajak lu semua yang peduli atas nama kemanusiaan untuk berbuat [...]

    Ping balik oleh Save Palestine… « It’s a Life that I Live | Januari 12, 2009

  18. pada intinya israel salah, yahudi di sana salah, zionis kejam…,
    sebagai orang muslim… kita ga’ boleh memojokkan smua orang yahudi, karena sebagian dari mereka pasti juga ada yang peduli,
    so…
    basmi israel, bersatulah ISLAM…
    kita buat kejayaan Islam berlangsung kembali, sperti yang tercantum di AL-Qur’an.
    Allahhuakbar…
    Mereka yang benci Islam itu sebenernya cuma takut, hanya saja mereka nekat…
    smua akan terbukti ketika mereka merasakan apa yang disebut dengan KEMATIAN, apa yang disebut dengan Tuhan dan siapakah dia mereka pun akhirnya akan tahu.
    tapi itu sudah terlambat…
    karena kematian berarti terputus segala amal kita di dunia…
    So, bwt yang benci Islam…
    berhati-hatilah dalam berbicara dan bertindak…
    Because the true of God(Allah) will angry with you…
    Tunggulah kematian datang, buktikanlah…
    siapa tuhanmu yang sebenarnya…
    ALLAHUAKBAR…

    Allahuakbar!!!

    Komentar oleh Kabuto Rider | Januari 12, 2009

  19. Iam Juden/i am judek….dimana sich rasa kemanusiaan kamu ….baca berita doong..jangan hanya bikin refrensi.
    KALAU ASAL JANGAN USUL,KALAU USUL JANGAN ASAL.

    Komentar oleh rizkal | Januari 12, 2009

  20. cape dehhh..sudahlah kawan2 gak usah komentarin i am juden, daripada akhirnya nanti malah dosa (hehe soalnya uda gemes banget nih pengen ngeluarin yang gak enak2) percuma, mana bisanya ngumpet di balik web indonesian.com..yahhh kuciwa dah..udah cukuplah kita tau seperti apa i am juden itu dari 2 komentarnya..seperti kata i am juden (yang saya ralat tapi yaa..) marilah kita sama2 merenung dan berbuat untuk dunia yang lebih baik lagi..piss^^

    ps : buat i am juden (hmmm buat bahan rujukan lain aja, mungkin bisa melemaskan hati)..buka channel ini http://www.youtube.com/user/journeymanpictures
    coba dilihat dan direnungi..ini bukan pers muslim, dan videonya bukan hanya tentang palestina, jadi mungkin bisa mengurangi keantipatian anda dengan hal2 yang berbau muslim..ok!!

    Ahhh,,, youtube diblokir di kantor!!!

    Komentar oleh dindunz | Januari 12, 2009

  21. latar belakangnya, memang israil itu sebagai penghianat sejak terlahir didunia.


    Hmm … Yahudi maksudnya ya???

    Komentar oleh qosdie | Januari 12, 2009

  22. YANG BILANG BUKAN MASALAH AGAMA BAGI ORANG ISLAM BERARTI DIA TIDAK MENGERTI UKHUWAH ISLAMIYAH……. kalau emang israel mau punya negara ngomong dan beli aja dong gk usah malu2….. saya ada tanah tue sedikit mau dihargain berapa… hahahahaha …

    Iya ini memang sangat terkait dengan kita sesama Muslim … Tp klo dijabarin masalah agama,,, pasti makin banyak yang kontra dan menganggap Islam peduli karena Palestina sangat identik dengan Islam … Mau Palestina ataupun bukan Palestina … Ini adalah penindasan yangs sudah jauuuuuh di luar batas prikemanusiaan!!

    Dan Islam sangat peduli akan itu …

    Komentar oleh raiseofthesun | Januari 13, 2009

  23. Tidaklah berlebihan kiranya apabila mereka dijadikan lakon dalam sejarah peradaban manusia. Bahkan Al Qur’an pun memberikan nama salah satu suratnya dengan surat Bani Israil (Al Israa’), surat ke-17, karena peran dan kedudukan mereka dalam sejarah manusia. Surat itu juga yang kemudian menegaskan kehancuran atas kesombongan mereka. Allah SWT berfirman:

    “Sesungguhnya kamu (Bani Israil) akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan kamu pasti akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka apabila datang saat hukuman kejahatan yang pertama dari kejahatan itu, Kami mendatangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar, lalu mereka mencarimu keluar masuk kampung ke seluruh negeri. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana” (QS. Al Israa’ 4-5).

    Amin … Israel akan mendapatkan balasan atas kekejamannya ini.

    Komentar oleh satan 666 | Januari 13, 2009

  24. Numpang lewat neh.. gatel juga pengen ngasih komentar..kalo menurut gw.. 22nya salah… ini memang bukan masalah agama..klo emang pengen perang yang jantan aja… yang imbang..contoh… HAMAS 20 orang israel 20
    orang, ketemu di satu lapangan udah deh.. berantem… jangan sampe kaya sekarang.. Hamas sembunyi… luncurin roket… terus Israel balik nyerang… membabi buta HAMAS luncurin 1 ROKEt.. ISRAEL kirim kapal sebesar 1 NegARA… buat nge bombardir.gimana mau beres perangnya…coba deh 1 lawan 1 dua- duanya berani KAGAK?? jangan libatin orang yang tak berdosa dong!!!…

    Kasian warga sipil-nya … Huff …

    Komentar oleh Rudi | Januari 13, 2009

  25. yahudi tu mank g’ bakalan berhenti, kita serang sama2 yuk

    Yuk,, sama2 kita serang dengan doa … Doa untuk saudara2 kita di palestina …

    Komentar oleh fahryz | Januari 13, 2009

  26. @fahryz: sepakat, kita sekarang Isarel yukz…
    yahudi adalah kaum yang tidak pernah bersyukur atas segala nikmat-Nya kepada mereka samapai2 di Al Quran mereka dijuluki sebagai bangsa Kera..

    Sepakat kita serang dengan doa juga kan???!!

    Komentar oleh didit | Januari 13, 2009

  27. klo Israel cuma mau basmi hamas, knapa sekolah PBB n Bantuan PBB di serang ma bangsa kera????lo, si I am Juden bisa jelasin ga????apa karena bantuan PBB diserang gara2 kerja sama ma Hamas???udah deh buat semuanya,diemin aja si I am juden…anggap aja orang gila yang lagi nyanyi….hahahahahaha

    PBB?? Tiba2 gw pengen berkomentar tentang PBB: “PBB ga punya taring!!!” …. Gw sebal dan kesal sama orang2 yang sbenarnya punya kemampuan untuk menghentikan perang berdarah ini … Tapi ga mereka lakukan …

    Komentar oleh didit | Januari 13, 2009

  28. heh..dimana2 sama aja
    ada yang obyektip juga ada yang profokatip bawa bawa agama lagi, lama lama kian deket aja mereka ama sipat binatang,main bunuh main sikat kalau kita masip ada beda dikit bisa main hujad demi birahi kemungkaran manusia.weleh..weleeehh…

    baiknya gini aja, kita demo ke PBB nuntut perang Hamas vs Israel diganti main CATUR aja,gua yakin kok mau ampe berbulan bulan ato bertahun tahun gak ada korban sipil,
    gmn brur ?????

    Demo ke PBB?? Mana mungkin ada action dari mereka … Jangankan buat mengganti jadi perang catur …. Biar mereka berdua bisa gencatan senjata aja belum bisa …

    Komentar oleh abdullah | Januari 13, 2009

  29. diluar masalah agama, saya melihat ini adalah masalah kemanusian. Israel memang biadap, mereka adalah teroris sebnernya karena mereka membunuh banyak rakyat sipil yg ga berdosa, terutama anak kecil dan wanita.

    Komentar oleh rasakutinggalmati | Januari 13, 2009

  30. Salam
    Yang jelas nyatanya, semua itu tragedi dan namanya israel tuh emang ga punya hati..teganya bantai orang seenaknya, satu2nya cara serang balik lah, masa dibantai, disakiti, diem aja je…

    Komentar oleh nenyok | Januari 13, 2009

  31. Terima kasih atas share artikelnya.
    Namun ada satu peristiwa yang sangat penting yang terlewat yaitu :Hamas memenangkan pemilu yang baru lalu di palestina. Di sini demokrasi yg sering di gembar-gemborkan barat diuji dan pada kenyataannya barat diak pernah menerima kemengan hamas ini. Padahal hamas memang sudah mengakar di rakyat palestina sendiri. Hal ini tidak bisa dilpaskan dengan kejadian-kejadian berikutnya….

    Atas nama kemanusiaan “saja”, israel seharusnya sudah hrs dikutuk oleh setiap orang yg masih merasa dirinya manusia..

    Salam kenal

    Komentar oleh Agustian | Januari 13, 2009

  32. “Isarael” Teroris sesungguhnya

    Komentar oleh riauku | Januari 13, 2009

  33. Pastilah dia teroris nya

    Komentar oleh DH | Januari 13, 2009

  34. bagus banget article-nya!

    buka” buku sejarah ya mbak :-P

    =) Ngambil artikel ini dari sharing tulisan di milis kampus … Tapi ternyata artikel ini malah jadi topik untuk debat kusir dan ajang maki2-an. Komen2 selanjutnya aku close … Mau nyari forum diskusi yang kompeten buat yang masih mau ngasi pendapat …

    Salam kenal …

    Komentar oleh Treante | Januari 13, 2009

  35. hahahahahahaha…. wakakakakakakakakak….. iam juden kasian deh lu….. wakakakakakakakak makanya jangan pancing emosi orang
    coba kita tenangkan hati kita berpikir jernih sinkron hati kita dengan pikiran serahkan kepada TUHAN ALLAH pencipata kita aku yakin kebenaran pasti muncul dan terlihat bukankah kita diciptakan olehNYA dan kembali kepadaNYA KECUALI KALO MIKIR DARI KETURUNAN KERA ATO KELUAR DARI BATU kayak paham darwin.. aku yakin semua agama mengajarkan kebaikan cuma bedanya ajaran tentang KEESAAN TUHAN hehehehehehe… met kenal semua bro….

    “semua agama mengajarkan kebaikan cuma bedanya ajaran tentang keesaan Tuhan”. Setuju Pak … Semua agama pasti mengajarkan kebaikan

    Komentar oleh faisal | Januari 13, 2009

  36. Lo semua jgn nuduh israel teroris karena hamas dolo pernah nyerang israel maka israel balas dendam bwat nangkap hamas sang teroris As pun ikut bantu jd jgn sok taw deh klo nuduh israel hamas yg doloan dan ini bukan perang agama.

    Komentar oleh Henry | Januari 13, 2009

  37. emang israel itu biadab….
    ga tau diri…..

    “Anti-Zionis Israel”

    Setuju!!! Anti zionis Israel!!

    Komentar oleh maman | Januari 13, 2009

  38. Lo bayangin aja indonesia di serang teroris hamas dloan trus lo kgk den

    Teroris hamas??? Haduh … 1 lagi komentar yang bodoh menurut gw … maaf ya Pak … Dengan semua pemberitaan dan anda masih menganggap Hamas lah yang teroris? Wow … pintar sekali …

    Komentar oleh Henry | Januari 13, 2009

  39. Seandainya PAlestina itu beragama hindu atau budha… apa komentar kalian??? pasti cuek aja kan??? dimana mana islam itu selalu jadi pecundang dan hanya bisa cara licik dan memalukan… dan hanya bisa menjadi TERORIST!

    Come on … Jangan memprovokatori orang2 …
    Di bawah kan udah ditegaskan .. Ini udah lagi bukan masalah agama …
    Ini masalah kemanusiaan Bung!!

    Anda boleh berkomentar,,, tp komentar yang pintar dong!!

    Di saat semua orang sedang merasakan kesedihan karena penderitaan Palestina,,, anda kok malah mengeluarkan pendapat yang akan membuat perang lagi di blog ini …

    Komentar oleh neverbebob | Januari 14, 2009

  40. Buat Neverbebob, lo orang jgn bawa2 nama ISLAM deh!! Apalagi nyebut2 ISLAM itu TERORIST. Lo punya AGAMA ga sih!!! BANGSAT, ANJING, TAI LO!!!


    Sabar Pak …

    Komentar oleh Mujahidin | Januari 14, 2009

  41. seandainya palestina orangnya kayak neverbob gw sih cuek aja… hehe.. biar mampus.. hahahahahahaha…

    Hihi ,,, maunya gw siy gitu … Loh??? astagfirullah!!!

    Komentar oleh DH | Januari 14, 2009

  42. Maaf ya temans!!! Komen buat artikel ini, gw close …

    Gw akan berusaha mencarikan forum diskusi yang dikoordinir oleh orang yang kompeten …

    Terima kasih atas kesediaannya membaca artikel ini dan mampir ke blog gw…

    Regards,
    Chichi

    NB: Tetap berdoa semoga perang ini segera berakhir ya temans!! Amin …

    Komentar oleh chidua | Januari 14, 2009

  43. Bagaimana kalo dilanjutkan di http://www.eramuslim.com???!!!

    Ada ustad2 yang sangat kompeten untuk menjawab segala pertanyaan dan uneg2 … Ok???

    Terima kasih …

    Regards,
    Chichi

    Komentar oleh chidua | Januari 14, 2009

  44. [...] Latar Belakang Sejarah Konflik Palestina – Israel ## Konflik Palestina – Israel menurut sejarah sudah 31 tahun ketika pada tahun 1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan [...] [...]

    Ping balik oleh Top Posts Wordpress Bahasa Indonesia « ATer: Criação de Sites Empresa (5511) 2527-3032. Sites Dinâmicos! | Januari 18, 2009

  45. [...] Latar Belakang Sejarah Konflik Palestina-Israel di Jalur Gaza Ditulis pada Januari 19, 2009 oleh xentala Latar Belakang Sejarah Konflik Palestina – Israel [...]

    Ping balik oleh Latar Belakang Sejarah Konflik Palestina-Israel di Jalur Gaza « XENTALA | Januari 19, 2009

  46. [...] Latar Belakang Sejarah Konflik Palestina – Israel [...]

    Ping balik oleh latar belakang Palestina – Israel « mropi.co.cc | Januari 30, 2010

  47. [...] Latar Belakang Sejarah Konflik Palestina – Israe Posted on 8 Juni 2010 by radittiya74 [...]

    Ping balik oleh Latar Belakang Sejarah Konflik Palestina – Israe | selalu@dacinta.com | Juni 8, 2010

  48. [...] tentang asal muasal  konflik Israel Palestina, gw rasa gw akan merekomendasikan tulisan temen gw : Latar Belakang Sejarah Konflik Palestina-Israel. Postingan gw ini cuma mau mengajak lu semua yang peduli atas nama kemanusiaan untuk berbuat [...]

    Ping balik oleh selalu ada cinta!… | Juni 8, 2010

  49. [...] Kalaulah memang Ahmadinejad serius untuk memerangi Amerika mengapa tidak ada tindakan nyata dalam melaksanakannya ? Padahal tak jauh dari Ahmadinejad, di Afgahanistan, sebuah negara yang berbatasan langsung dengan teritorial Iran, puluhan Muslim dibunuh oleh Amerika dan puluhan ribu Mujahidin mengusir Amerika dan cengkeraman zionis. Apakah kita pernah melihat suatu tindakan nyata dari Iran untuk membantu Afghanistan ? Tidak sama sekali. Padahal saya  yakin negara Iran tahu sekali sejarah Israel merebut Palestina. [...]

    Ping balik oleh Apakah Iran Adalah Anak Kesayangan Yahudi? « PANCA | Juni 21, 2011

  50. [...] Source Like this:SukaBe the first to like this post. [...]

    Ping balik oleh Sejarah Konflik Palestina – Israel « Maula | Agustus 21, 2011

  51. [...] Tulisan ini saya copy dari sini [...]

    Ping balik oleh Latar Belakang Sejarah Konflik Palestina – Israel « Emotional Rescue | November 21, 2012

  52. [...] Reblogged from .c.h.i.d.u.a.: [...]

    Ping balik oleh hidayatpulo | November 27, 2012


Maaf, form komentar ditutup saat ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.283 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: