Mrs. Caul

Prosedur Release SAP & Customizing (SPRO)

Proses penyetujuan SAP dikenal dengan istilah prosedur release. Proses ini tidak hanya berupa penyetujuan usulan kebutuhan tiap departemen (PR) dan penyetujuan pemesanan pembelian (PO), tetapi juga termasuk di dalamnya pengecekan kebenaran data pada material, kuantitas, tanggal pengiriman, vendor, dan account assignment. Tujuan prosedur release ini adalah untuk proses penyetujuan secara on-line melalui sistem, sehingga tidak lagi membutuhkan proses manual/tanda tangan.

Ada beberapa istilah penting di prosedur release:
(1) Strategi release, berisikan release kondisi, release kode, dan prasyarat release.
(2) Kondisi release, menentukan strategi release mana yang dipakai. Misalnya untuk nilai yang lebih dari Rp1,000,000 harus di-approve oleh siapa.
(3) Poin release, menentukan siapa yang akan melakukan proses penyetujuan (individual/departemen) dan nanti akan diwakilkan oleh kode release.
(4) Prasyarat release, menentukan tingkatan/jenjang proses penyetujuan.
(5) Indikator release, menunjukkan status dokumen: apakah sudah di-release atau belum dan juga menentukan secara otomatis apakah dokumen bisa melalui proses selanjutnya.

Prosedur Release

Untuk proses perelease-an PR bisa dilakukan di level header (1 kali penyetujuan untuk semua material dalam 1 PR) dan bisa juga dilakukan di level material (penyetujuan untuk masing-masing material dalam 1 PR). Perelease-an PR bisa dilakukan menggunakan t-code ME54N (individual PR) ataupun ME55 (kolektif PR). Sementara untuk release PO hanya bisa dilakukan di level header, tidak bisa di level material, dan bisa menggunakan t-code ME28.

CUSTOMIZING (t-code: SPRO) >>> Pe-release-an kelas dengan klasifikasi.
(1) Membuat grup release.
(2) Menentukan kode release yang terdiri dari 2 karakter (angka atau huruf) dan deskripsinya (berupa jabatan atau keterangan tentang pe-release) dan meng-assign-nya ke grup release.
(3) Menspesifikan indikator release, yaitu pereleasean ditujukan untuk bisa di-proses apa (menjadi RFQ, Quotation, atau PO), apakah dokumen setelah di-release bisa dilakukan pengubahan, apakah perlu pembatalan release sebelum diubah, atau perlu-tidaknya perelease-an ulang setelah dokumen mengalami perubahan.
(4) Menspesifikasikan strategi release:
## Meng-assign strategi release ke grup release dan kode release yang sesuai.
## Meng-assign prasyarat release
## Menentukan klasifikasi: account assignment, grup material, plant, purchasing group, requirement tracking number, total value, dan di-assign ke tipe dokumen yang mana.
## Lakukan simulasi release.

Yaaa,, kira-kira begitulah proses customizing prosedur release.

About these ads

Januari 17, 2009 - Posted by | eS(AP) campur | , ,

10 Komentar »

  1. hmmm… bedanya procedur release ama customizing apa ya, chi?

    tenkyu :D

    Kalo customizing itu ngebuild sistem SAP-nya Ndra … Jadi membuat SAP sesuai dengan keinginan pemakainya (user).

    Berarti klo customizing prosedur release membuat sistem release-an yang sesuai kebijakan perusahaan. Sementara yang aku jelasin di prosedur release nya itu udah functional untuk dipakai user.

    Komentar oleh Indra | Januari 20, 2009

  2. Ikut nimbrung posting :

    Apakah material group di PR mempengaruhi waktu release?
    di tunggu jawabannya chi..


    Sewaktu customize, ada beberapa karakteristik yang musti kita isi, antara lain grup material, plant, purchasing group, requirement tracking number, total value. Nah SEMUA-nya itu musti memenuhi syarat. Jadi kalo di awal ditetapkan misalnya: grup material = A, plant = 1000, purchasing group = Z01, requirement tracking number = YYY, dan total value = > 1000; maka jika pada saat pembuatan PR, grup material-nya kita ganti jadi B, maka material tidak akan memerlukan prosedur release (strategi release nya tidak akan keluar).

    Semoga menjawab pertanyaan-nya.

    Komentar oleh aroel | Januari 24, 2009

  3. Wew…smangat chi…blajar trus…chayoo!!

    Tengkyu Mas … Klo ada yang salah2 ,, tolong dikoreksi ya =)

    Komentar oleh Bajush | Januari 26, 2009

  4. hm,, kaga ngarti gw :D

    Hihi,, si Mami …
    Apa kabar??

    Komentar oleh yuher | Januari 28, 2009

  5. Hmm… kayak aku mesti baca dulu pengantarnya deh…

    punya bukunya ga, chi? aku pinjem donk… :-P

    Ada Ndra, tapi baru punya modul Material Management doang.
    Kosan ku udah ga di Depok lagi ….

    Komentar oleh Indra Kurniawan | Januari 30, 2009

  6. Tambahan aja ci siapa tau ada yang minat belajar jg, barusan nemu simple tutorial juga:

    http://ns1.cic.ac.id/~ebook/ebook/adm/myebook/0015.pdf

    Wah,, terima kasih banyak Mas =)

    Komentar oleh Bajush | Februari 3, 2009

  7. Kalau qta mau setting MRP Run Automatic menggunakan MDBT, dengan strategy running nya, kalau kita mau setting supaya MRP RUN automatic by system setiap Jam 4 pagi bagaimana yah?

    Saya belum pernah nyoba niy Mas *maklum newby*,, saya cari tau dulu ya,, tp karena lagi projek,, mungkin baru bisa saya tulis di weekend ini .. Maafkan ..

    Komentar oleh Rendy | Juni 8, 2009

  8. Numpang jawaban singkat bgt blh ya… kalo ga salah sih itu jenis MRP di Background… jadi kita bkin variant dulu, kmudian create, pada tampilan brikutnya kita isi scope of planning… Kemudian jgn lupa pada Process control parameternya, bagian display meterial list&parallel processingnya di centang… klik atributes, keetikkan deskripsi variant,save,back,klo smua prosesnya bnr maka akan kluar variant yg br kita bikin,stelah itu pilih schedule job,di bagian ini klo mau dikjalankan langsung maka klik tmbl immediate,klrn kt mau bckgrnd maka kita set bagian schedulenya…klik back,pada bagian ini kita bisa tersenyum sambil melihat pada layar MRP yg sdh di schedule… hehe..

    Waah makasih ya Mas :) Saya bahkan belum sempat posting!! Lagi projek dan akan menjalankan customizing untuk proses MRP background ini,, tp belum sampai pada tahap pengerjaan yang satu ini.

    Komentar oleh Sil-Dani | Juli 17, 2009

  9. Hoho, sama2… tapi sy tetep brharap Chichi ntar posting resminya soal MDBT, sy kasih pnjelasan singkat spy pada nerapin “learning by doing”… ntr tlg urain jg utk bagian setting schedule, soalnya disini Chichi yg lebih berhak utk jelasin lebih detail, sy sih disini cuma tamu numpang lewat… hehehe… ok ditunggu ya… :)

    Okeee,, ngutang dulu ya Mas,, :)

    Komentar oleh Sildani | Juli 18, 2009

  10. mau tanya donk,
    saya ada setting release strategy po setelah setting ok maka saya create PO me21n , release PO , baru bisa cetak di me9f ( Step Normal ok )
    Tp Ada kasus , pada saat create PO me21n,hasil inputan tidak masuk dalam kriteria setting release strategy po(Tab Screen Release Strategy tidak muncul), maka lolos , po tidak perlu otorisasi relase , dan bisa langsung cetak di me9f]

    Yang diinginkan :
    jika ada PO yang tidak masuk dalam kreteria setting release strategy po, maka user tidak bisa cetak ( bisa status diblock , atau pada saat create po ada message kalo inputan po tidak termasuk dalam setting release strategy po) intinya di Me9f list po tsb tidak keluar untuk dicetak.
    Mohon bantuan & sharingnya

    Salam :)

    Hasil chatting nya malah bikin pusing ya Mas?
    Hehe,, kenapa ga semua Purchasing Group-nya aja dikasih strategi release ya??
    Semangat lah untuk user exit-nya :)

    Komentar oleh Hardi | Juli 31, 2009


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: